Sunday, May 18, 2014

PERUMPAMAAN DOMBA YANG HILANG (PART 2)


Keluar dari semak belukar, domba putih langsung bertemu seseorang yang dikenalnya. Sang gembala.

Domba putih menunduk, takut akan dijatuhi hukuman. Namun bukan itu yang diterimanya, melainkan pelukan dan tangisan gembira karena akhirnya sang gembala menemukan dombanya yang hilang. Di dalam gendongan sang gembala, domba putih itu terus menatap ke arah hutan. Sang domba putih itu dipertemukan kembali dengan kedua orang tuanya.

Dibalik bayangan, sang domba hitam tersenyum melihat pemandangan manis itu dan membalikan badannya. Sang gembala itu melihat domba hitam itu dari kejauhan.

Hari demi hari, domba putih tidak melakukan apa-apa selain berbaring dan menatap kea rah hutan. Susah makan. Susah minum. Kesehatannya pun menurun.

Pada akhirnya pada suatu malam, sang domba putih nekat untuk masuk ke  dalam hutan untuk mencari sang domba hitam. Berlari kesana kemari hanya untuk bertemu dengan pemilik bulu warna hitam itu. Tapi ia tidak menemukannya. Namu terdengar suara  dari kejauhan. Domba putih melihat akan sebuah bulu berwarna hitam dan segera berlari mengahampiri sosok itu.

Ternyata sosok itu merupaka seekor serigala yang berbulu domba. Domba putih berlari penuh ketakutan dan terjatuh sekali lagi akan akar-akar disekliling hutan. Domba putih berteriak keras ,berharap domba hitam akan menolongnya sekali lagi. Namun domba hitam tak datang, tak pernah datang. Dalam tangisan, domba putih hampir menyerah hingga sebuah sosok loncat dari belakang dan mengusir serigal itu pergi. Sosok itu tak lain adalah sang gembala.

Gembala itu pun menolong sang domba putih dan menangis dalam pelukan. Bersyukur bahwa sang domba putih baik-baik saja. Domba putih pun menangus karena telah berbuat salah berkali-kali kepada sang gembala tapi sang gembala tetap memeluk tubuhnya.  Dengan penuh luka, sang gembala menggendong domba putih kembali ke rumah.

Beberapa hari kemudian di ujung hutan satu lagi, sang domba hitam duduk termenung di antara kawanannya.  Setelah pertemuan dengan sang domba putih, sang domba hitam pun kembali ke kawananannya. Namun di antara kerumunan kawanan yang sama, domba hitam terpaku dalam kesendiriannya.

Di antara kerumunan, muncullah sebuah sosok mendekati sang domba hitam. Domba hitam menatapnya seakan pernah melihatnya.

“Akhirnya ku menemukanmu! Di anatara kerumunan sejenis ini, ku masih dapat mengingatmu sangat jelas”, kata Sang Gembala.

Gembala itu duduk di samping si domba hitam.

“Terima kasih telah menjaga domba kecilku di dalam hutan yang kejam itu. Terima kasih telah melindungi, membimbing dan mengajarinya akan kehidupan”, sambung sang gembala.

“Aku tak bisa menyatukan kalian berdua. Namun aku dapat membantu gembalamu memilih pasangan untuk mengusir kesendirianmu. Pasangan yang terbaik, sama seperti aku memilihkan pasangan buat sang domba putih. “

Sang gembala berdiri dan menunujuk kepada salah satu domba hitam.

“Berbahagialah, Aku berjanji akan membahagiakan selalu sang domba putih. Hingga waktunya tiba, engkau dapat mengunjungi kami kembali. Ku siapkan tempat untuk kalian bercerita dan melepas rindu. Tak perlu lagi melewati hutan belantara yang kejam.”

Sang gembala bersiap melangkah

“Domba putih akan selalu mengingatmu, domba hitam! Kunjungilah dia sewaktu-waktu.  Dia selalu menantimu disana. TempatKu terbuka untukmu. Saya, Yesus, mengucapkan terima kasih untuk semuanya.”


THE END

No comments:

Post a Comment