Domba putih menunduk, takut akan dijatuhi
hukuman. Namun bukan itu yang diterimanya, melainkan pelukan dan tangisan
gembira karena akhirnya sang gembala menemukan dombanya yang hilang. Di dalam
gendongan sang gembala, domba putih itu terus menatap ke arah hutan. Sang domba
putih itu dipertemukan kembali dengan kedua orang tuanya.
Dibalik bayangan, sang domba hitam
tersenyum melihat pemandangan manis itu dan membalikan badannya. Sang gembala
itu melihat domba hitam itu dari kejauhan.
Pada akhirnya pada suatu malam, sang domba
putih nekat untuk masuk ke dalam hutan
untuk mencari sang domba hitam. Berlari kesana kemari hanya untuk bertemu
dengan pemilik bulu warna hitam itu. Tapi ia tidak menemukannya. Namu terdengar
suara dari kejauhan. Domba putih melihat
akan sebuah bulu berwarna hitam dan segera berlari mengahampiri sosok itu.
Ternyata sosok itu merupaka seekor serigala
yang berbulu domba. Domba putih berlari penuh ketakutan dan terjatuh sekali
lagi akan akar-akar disekliling hutan. Domba putih berteriak keras ,berharap
domba hitam akan menolongnya sekali lagi. Namun domba hitam tak datang, tak
pernah datang. Dalam tangisan, domba putih hampir menyerah hingga sebuah sosok
loncat dari belakang dan mengusir serigal itu pergi. Sosok itu tak lain adalah
sang gembala.
Gembala itu pun menolong sang domba putih
dan menangis dalam pelukan. Bersyukur bahwa sang domba putih baik-baik saja.
Domba putih pun menangus karena telah berbuat salah berkali-kali kepada sang
gembala tapi sang gembala tetap memeluk tubuhnya. Dengan penuh luka, sang gembala menggendong
domba putih kembali ke rumah.
Beberapa hari kemudian di ujung hutan satu
lagi, sang domba hitam duduk termenung di antara kawanannya. Setelah pertemuan dengan sang domba putih,
sang domba hitam pun kembali ke kawananannya. Namun di antara kerumunan kawanan
yang sama, domba hitam terpaku dalam kesendiriannya.
Di antara kerumunan, muncullah sebuah sosok
mendekati sang domba hitam. Domba hitam menatapnya seakan pernah melihatnya.
“Akhirnya ku menemukanmu! Di anatara
kerumunan sejenis ini, ku masih dapat mengingatmu sangat jelas”, kata Sang
Gembala.
Gembala itu duduk di samping si domba
hitam.
“Terima kasih telah menjaga domba kecilku
di dalam hutan yang kejam itu. Terima kasih telah melindungi, membimbing dan
mengajarinya akan kehidupan”, sambung sang gembala.
“Aku tak bisa menyatukan kalian berdua.
Namun aku dapat membantu gembalamu memilih pasangan untuk mengusir
kesendirianmu. Pasangan yang terbaik, sama seperti aku memilihkan pasangan buat
sang domba putih. “
Sang gembala berdiri dan menunujuk kepada
salah satu domba hitam.
“Berbahagialah, Aku berjanji akan membahagiakan
selalu sang domba putih. Hingga waktunya tiba, engkau dapat mengunjungi kami
kembali. Ku siapkan tempat untuk kalian bercerita dan melepas rindu. Tak perlu
lagi melewati hutan belantara yang kejam.”
Sang gembala bersiap melangkah
“Domba putih akan selalu mengingatmu, domba
hitam! Kunjungilah dia sewaktu-waktu. Dia selalu menantimu disana. TempatKu terbuka
untukmu. Saya, Yesus, mengucapkan terima kasih untuk semuanya.”
THE END

No comments:
Post a Comment