Sunday, May 11, 2014

MANTAN TERINDAH



“17 Januari kita bertemu…menjalani kisah cinta ini…naluri berkata engkaulah… milikku..”

Lagu karangan tambahan ’11 Januari’ oleh Glen Fredly menemani malamku ini

Hi apa kabar dirimu nan jauh disana?


Disini aku masih di jalan menembus biru tuanya langit , menunggu dengan tenang untuk kembali ke negeri kanguru

Anehnya, tak ada yang bisa aku pikirkan selain dirimu di ruangan terkunci ini.
Aku disini. Engkau disana. Terkunci dalam kenangan yang belom bisa aku putus, karena hati masih mengenang hangatnya dirimu dalam dekapku.

Memang semuanya ini salahku, siapa suruh membuat cerita tentang indahnya kenangan kita. Aku kembali terjerumus dan tenggelam dalam cerita masa lalu yang terlalu indah untuk dilupakan dan menyakitkan untuk diingat karena aku tak bisa bertemu dengamu sama seperti dulu.

Maafkan aku bila diriku masih mengikatmu seperti ini. Aku tahu ini bukan yang engkau inginkan bagaimana kita berakhir. Kita sudah sepakat bahwa kita berakhir menjadi teman dekat, Menjadi teman yang bisa kita andalkan setiap hari seperti layaknya saudara satu orang tua.

Namun aku kembali menganggu hidupmu dengan gelora kangen di hati dan terpancing dengan mudahnya melalui foto profilmu dan kata2 modus yang kau siratkan dalam percakapan kita.

Engkau tahu betapa childishnya diriku, betapa posesifny diriku padamu. Betapa inginnya diriku menjadi yang terbaik buat dirimu. Kadang aku cemburu ketika kamu mengungkit akan mantanmu, tapi sekarang kurasakan susahnya menghilangkan akan cinta pertama. Kau lah yang pertama bagiku. Pertama kalinya kumenemukan cinta yang bertentangan dengan ideal ku selama ini. Kau orang pertama yg berbeda agama denganku. Orang pertama yang berbeda umur denganku. Orang pertama yang menerimaku apa adanya dan ingin membahagiakan diriku. Ku melihatmu dimana-mana dan kuhanya bisa tersenyum dengan bayangan-bayangan itu.

Ku tak tahu mimpi apa aku malam itu untuk jatuh cinta pada wajahmu yang polos dan awet muda itu. Tapi yang kutahu untuk pertama kalinya ku menemukan bahwa realitas lebih indah daripada alam mimpi. Ku bersyukur cinta datang kepada kita. Kuharap kau merasakan hal yang sama.

Selama ku di negeri K-Pop ini, ku telah banyak membuka diriku pada orang lain melalui cerita cinta kita. Cerita yang kuceritakan dengan kejujuran. Hari-hari itu tidaklah mudah. Ku selalu bersandar di pekarangan, membayangimu di sampingku. Tapi kau menutup diri.  Hanya kaos ungumu yang menyelimutiku dalam dinginnya malam, membayangi bahwa kehangatan itu berasal darimu.

Ingatkah dirimu saat kita pertama kali menyadari bahwa kita telah jadian?

Ingatkah dirimu saat ku mencium manisnya bibirmu di publik dengan sekejap?

Ingatkah dirimu akan kencan pertama kita seharian melewati hutan kehidupan dan terpesona akan indahnya dari atas bukit?

Ingatkah dirimu akan tangan kita bergandengan di mobil kemanapun pada suatu malam, bersama dengan yang lain, kita duduk di belakang dan dirimu menaruh kepala di pundakku?

Ingatkah dirimi ketika dirimu jatuh cinta untuk kedua kalinya dan memamerkan lekuk tubuhmu dengan menggendongku  menuruni bukit senja?

Dan yang terakhir, ingatkah dirimu ketika hatimu penuh luka dan sedih, aku menculikmu melihat luasnya antariksa dan tempat yang mengingatkanmu akan masa kecilmu?

Ingatkah dirimu?

Cerita kita tidaklah semuanya sempurnya tapi entah kenapa aku tidak bisa mengingat akan kejelekan dan amarah kita. Setidak sempurnanya kita, tak ada yang bisa kuingat selain senyuman dan harumnya tubuhmu menyelimuti hatiku yang dingin ini.

Engkaulah MANTAN TERINDAH-ku dan aku ingin itu menjadi gelarmu di hatiku selalu. Ku berharap itu menjadi gelarku juga di batinmu. Kepribadianmu lah yang sekarang menjadi patokanku unutk mencari jodohku kelak. Another Scorpion yang bisa aku dramakan. Drama romantis tentunya yang seperti kuperlihatkan padamu.

Mohon maaf bila selama ini aku merepotkanmu. Begitu banyak alasan yang ku lontarkan padamu seperti kerjaku, wisudaku, dan kemarin yang membuatmu jengkel untuk pertama kalinya padaku.

Aku minta maaf.

Aku tidak sempurna dan setiap orang mengambil keputusan yang salah ketika mereka stress, takut, maupun jatuh cinta. Semoga hal yang lalu tidak membuatmu kapok untuk bermain ke tempatku dan bertemu denganku lagi. Aku kan mencoba menjadi orang yang berbeda saat bertemu denganmu kelak. Walau itu berat tapi hal itu sudah merupakan perjanjian kita.

Perjanjian yang dikarenakan akan cintaku pada 2 orang yang mengasuhku jauh tak bisa kuingkari . Aku tahu engkau mengerti , tapi sejujurnya aku kadang tidak mengerti akan pilihanku sendiri. Aku tak yakin apakah pilihan ini yg tepat. Apa ini hanya perasaan sementara? Apakah waktu akan menyembuhkan lubang ini secepatnya seperti dirimu padaku?

Maaf bila aku telah membuatmu gerah dengan tingkah lakuku sehingga membuatmu menunjukkan akan kesalahanku terhadap orang lain. Hanya beberapa orang yang melihat jati diriku yang sebenarnya. Jati diri yang hanya kuperlihakan saat aku sedang gila. Dan kegilaan itu datang saat aku jatuh cinta.

Ya aku jatuh cinta padamu! Aku jatuh terlalu dalam akan semua yang berikan padaku. Perlindungan, pengajaran, kasih saying, dan cinta.  Jika engkau membaca tulisan ini pasti berantakan dan tidak beralur. Tak ada rekayasa drama,yakinlah bahwa hatiku yang berbicara.

Aku tak tahu bagaimana nanti aku akan melihatmu bahagia dengan orang lain. Namun aku ingin berada di sampingmu selalu saat engkau mengalami kebahagiaan itu. Sama seperti engkau ada di sampingku di saat diriku bahagia. Kutahu engkau juga sakit saat itu, tapi cintamu begitu besar untuk rela memupuk rasa sakit itu demi melihat senyuman di wajahku.

Tapi hari terus berlalu. Ku kembali melihat tulisanku ini dan banyak kata-kata yang ingin kutarik.
Ku mengamati kembali tulisanku sendiri dan banyak sekali melukiskan ego dan amarah yang kulontarkan untuk memberi kesan pembenaranku. Padahal yang ku mau adalah melihat kebahagiaanmu.

Aku akhirnya sadar.

Aku menyerah bukan karena aku tak sayang tapi aku berharap engkau menemukan seseorang yang dapat membahagiakanmu lebih daripadaku.
Kamu adalah seorang yang spesial tapi sering disakiti oleh para lelaki. Kini saatnya dirimu menemukan seseorang yang terbaik untukmu.

Aku tak tahu bagaimana aku akan bertindak bila melihatmu dengan orang lain, tapi akan aku endure semua itu supaya kamu tidak mengingatku seperti mantanmu yang hanya berlalu.


Ku harap engkau menemukan seseorang yang memudarkan wajah awetmu sehingga hilanglah rasa tertarikku padamu. Namun bila wajah itu itu tetap bertahan, ku akan akan tahu bahwa engkau belum bertemu dengan yang tepat.

Aku ingat bagaimana dulu engkau berpikir ingin menulis akan diriku dalam blogmu kelak. Namun sayang kalo saya mendahuluimu dalam mencurahkan isi hati dalam media sosial ini.

Tapi aku setia menunggu tulisanmu akan aku. Mungkin hal itu akan membawaku ke langit ketujuh tapi yang terpenting bagiku adalah mengetahui bahwa dulu aku sangat berarti bagimu. Terima kasih.

Aku kadang berharap bila engkau mau menungguku saat aku siap akan semuanya dan melamarmu di negera sebelah. Namun kutahu bahwa umurmu sudah waktunya untuk menikah dan aku tak mau egoku membuatmu terluka lagi. 

Mungkin sebaiknya begini. Melihat dan bercanda denganmu itu sudah cukup bagiku.
Walau tak janji aku akan kembali meneteskan sungai  tapi ku ingin melihatmu tersenyum. Itu saja.

Terima kasih buat semuanya CINTA.
It was short but it was beautiful.

Love you forever and ready to move on.

Berondong cakepmu



No comments:

Post a Comment